Cari Blog Ini
Rabu, 08 Agustus 2012
Minggu, 22 April 2012
Mbah Marijan Dan Merapi
Dia......
Mbah Maridjan lahir tahun 1927 di Dukuh Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dia mempunyai seorang istri bernama Ponirah (73), 10 orang anak (lima di antaranya telah meninggal), 11 cucu, dan 6 orang cicit.
Anak-anak Mbah Maridjan yang masih hidup bernama Panut Utomo (50), Sutrisno (45), Lestari (40), Sulastri (36), dan Widodo (30). Mereka ada yang memilih tinggal di Yogyakarta dan ada pula yang di Jakarta.
Di antara anak-anak Mbah Maridjan, juga ada yang siap mewarisi tugas sebagai juru kunci Gunung Merapi dan kini telah menjadi abdi dalem Keraton Yogyakarta.
Pada tahun 1970 Mbah Maridjan diangkat menjadi abdi dalem Keraton Kesultanan Yogyakarta dan oleh Sultan Hamengku Buwono IX diberi nama baru, yaitu Mas Penewu Suraksohargo1. Pada saat itu, sebagai abdi dalem, Mbah Maridjan diberi jabatan sebagai wakil juru kunci dengan pangkat Mantri Juru Kunci, mendampingi ayahnya yang menjabat sebagai juru kunci Gunung Merapi.
Pada saat menjadi wakil juru kunci, Mbah Maridjan sudah sering mewakili ayahnya untuk memimpin upacara ritual labuhan di puncak Gunung Merapi. Setelah ayahnya wafat, pada tanggal 3 Maret 1982, Mbah Maridjan diangkat menjadi juru kunci Gunung Merapi.
Sebagai seorang abdi dalem Keraton Yogyakarta dengan jabatan juru kunci, Mbah Maridjan juga menunjukkan nilai-nilai kesetiaan tinggi. Meskipun Gunung Merapi memuntahkan lava pijar dan awan panas yang membahayakan manusia, dia bersikukuh tidak mau mengungsi.
Sikapnya yang terkesan mbalelo itu semata-mata sebagai wujud tanggung jawabnya terhadap tugas yang diamanatkan oleh Ngarsa Dalem.
Kamis, 19 April 2012
1. Hukum Sebab Akibat
Hukum ini merupakan hukum kehidupan yang fundamental. Segala sesuatu yang terjadi pada diri kita memiliki sebab khusus. Pemikiran adalah sebab, dan kondisi adalah akibatnya. Maka apapun pemikiran yang Anda tebarkan akan berkulminasi pada suatu tindakan yang menimbulkan akibat. Inilah padanan mental dari hukum
fisika Newton bahwa “setiap aksi akan menimbulkan reaksi yang sebanding dan berkebalikan”, dan hukum ini berlaku dengan prinsip yang sama.
Karena hukum alam tidak bisa dipastikan, maka penting bagi Anda untuk mengingat apa yang Anda inginkan dan bukan apa yang tidak Anda inginkan. Kualitas berbagai hubungan, misalnya, merupakan hasil dari apa yang telah Anda tebarkan dalam hubungan-hubungan tersebut.
2. Hukum Daya Tarik
Apa yang secara dominan Anda pikirkan akan menarik orang-orang dan lingkungan yang harmonis dengan pikiran-pikiran itu kedalam kehidupan (seperti yang dikatakan dalam Law of Attraction). Secara metafisik, makin besar vibrasi yang Anda keluarkan, makin besar daya tariknya.
Proses ini mirip dengan Hukum Resonansi.
Anda selalu menarik semua hal yang Anda pikirkan, baik itu positif maupun negatif. Akal sehat senantiasa mengatakan apa yang sebaiknya Anda kerjakan, meskipun seringkali terdapat kesepakatan yang mencegah Anda untuk melakukannya.
3. Hukum Kreativitas
Di luar dua energi interaktif, yin dan yang, jantan dan betina, muncul energi yang ketiga. Terdapat pasokan ide yang melimpahruah, yang siap untuk Anda ubah, dan seluruhnya secara dramatis akan mengembangkan potensi, kebahagiaan, dan sukses Anda.
Segala hal yang tercipta di dunia ini adalah hasil interaksi kedua energi yang saling bertentangan, tapi saling melengkapi. Keduanya berada dalam diri kita, tapi hanya akan efektif jika dimanfaatkan dan diseimbangkan.
4. Hukum Substitusi
Anda tidak bisa sekadar berhenti melakukan sesuatu. Keinginan kuat atau ketetapan hati sebesar apapun tidak akan tahan dengan kekosongan atau kevakuman yang terjadi terus- menerus. Untuk menghentikan suatu kebiasaan atau sikap, Anda mesti mencari penggantinya. Gantikan pemikiran tentang apa yang tidak Anda inginkan dengan pemikiran tentang apa yang Anda inginkan.
Tidak ada sesuatu yang bisa menghilang sama sekali: sesuatu tersebut harus digantikan atau disalurkan ulang dengan substitusi.
5. Hukum Pelayanan
Berhentilah melayani orang lain dengan carayang sebenarnya tidak Anda inginkan, karena imbalan yang Anda peroleh akan selalu sama dengan pelayanan Anda. Memberi perlakuan kepada orang lain di balik meja dengan cara yang sama dengan di depan meja, pada akhirnya akan berlangsung dengan prinsip yang sama.
Anda akan selalu diimbali dengan proporsi yang persis sama dengan nilai dari layanan Anda kepada orang lain.
6. Hukum Penggunaan
Kekuatan alami apapun, bakat atau talenta, akan mengalami kemandekan jika tidak digunakan. Sebaliknya, akan menjadi semakin kuat jika makin sering dimanfaatkan. Ilustrasi yang sangat baik digambarkan dalam kisah seorang tua yang memperlihatkan kepada Rossetti, si pelukis terkenal, beberapa lukisan yang baru saja dibuatnya pada masa pensiun. Rossetti dengan sopan menjawab bahwa lukisan-lukisan itu biasa-biasa saja. Si lelaki tua kemudian memperlihatkan beberapa lukisanlain yang dibuat oleh seseorang yang lebih muda.
Rossetti langsung memuji dan mengatakan bahwa di pelukis ini tentu sangat berbakat. Melihat orang tua itu memperlihatkan gejolak emosi, Rossetti pun bertanya apakah yang melukis itu anaknya. “Bukan. Itu lukisan saya sendiri sewaktu muda. Tapi saya tergoda untuk melakukan hal yang lain dan melupakan bakat melukis saya”, jawab si lelaki tua.
Bakat si lelaki tua telah melenyap. Manfaatkanlah, atau Anda akan kehilangan kekuatan alami itu.
7. Hukum Tujuh
Urut-urutan kejadian berjalan mengikuti Hukum Tujuh atau Hukum Oktaf. Saat not atau nada dasar dimainkan, setiap not diulang bunyinya beberapa kali dan kemudian menghilang intensitasnya. Hukum Tujuh berarti bahwa tidak ada kekuatan yang terus-menerus bekerja dengan arah yang sama. Setiap kekuatan bekerja dalam kurun waktu tertentu, kemudian menghilangintensitasnya, lalu berubah arah atau mengalami perubahan internal.
Tidak satu pun di alam ini yang berkembang mengikuti garis yang lurus. Dan demikian pula dengan kehidupan Anda. Tapi setelah Anda bisa menyesuaikan diri dengan prinsip-prinsip itu, Anda mengalir mengikuti arusnya, bukannya berlawanan.
Hukum Tujuh memperlihatkan bahwa tak ada satu pun kekuatan yang cuma berkembang ke satu arah, dan bahwa energiterus berkembang bahkan di tengah rintangan dan interval.
Sebagaimana oktaf, segala sesuatu dalam kehidupan ini berjalan dengan vibrasi. Tanpa vibrasi takkan ada gerakan, dan dengan demikian tak ada aktivitas yang bisa berjalan dengan cara apa pun juga.
Minggu, 15 April 2012
IT ( Negara Dengan Internet Tercepat di Dunia )
Swiss
Negara di Eropa yang terkenal dengan produk arlojinya ini menurut Akamai memiliki kecepatan koneksi rata-rata 7,3 Mbps. Cukup cepat untuk menunjang aktivitas online. Sedangkan jumlah pengguna internet di kisaran 5,8 juta.
Republik Ceko
Republik Ceko memiliki kecepatan koneksi internet rata-rata 7,4 Mbps. Republik Ceko memang cukup maju soal konektivitas di mana negara ini memiliki pelanggan Wi Fi terbanyak di Uni Eropa.
Belanda
Sebagai salah satu negara maju, tidak heran jika koneksi internet di Negeri Kincir Angin ini cukup mumpuni. Yaitu berada di kisaran 8,5 Mbps. Sebanyak 92% populasi Belanda memiliki koneksi internet di rumahnya.
Jepang
Dengan kecepatan koneksi 8,9 Mbps, penduduk di Negeri Sakura bisa berselancar di dunia maya dengan nyaman. Tak mengherankan memang karena Jepang dikenal sebagai salah satu pusat teknologi di dunia.
Hong Kong
Hong Kong tercatat memiliki kecepatan koneksi rata-rata 10,3 Mbps. Wilayah China yang dulunya bekas jajahan Inggris ini sekarang punya sekitar 4,9 juta pengguna internet.
Sumber : http://www.unikgaul.com/2012/04/7-negara-dengan-internet-tercepat-di.html#ixzz1s6fdDEIg
Korea Selatan
Sebagai negara dengan koneksi internet tercepat di dunia, Korea Selatan boleh bangga. Cukup mengagumkan memang karena kecepatan internet di sana berada di kisaran 13,8 Mbps.
Sabtu, 14 April 2012
Kolam Renang Muncul
Pemandian Air Alam Muncul, Jernihnya Sampai Dasar Kolam
Pemandian Muncul adalah wisata pemandian dengan sumber air alam yang cukup menarik, dimana mata airnya muncul dari dasar kolam. Wisata ini berada di desa Rowo Boni, Kecamatan Banyubiru atau sekitar 25 km dari kota Ungaran dan 9 km dari kota Salatiga.
Berada di kaki gunung Gajah Mungkur, dengan suasana sekitar yang masih asri, tempat ini sangat menarik untuk dikunjungi. Sesuai namanya, tujuan wisatawan berkunjung kesini adalah mandi, mandi di air yang bersih alami karena sumbernya berasal dari bawah kolam.
Pemandiannya sendiri berbentuk kolam renang yang ukurannya kurang lebih 20x40 meter, cukup lebar untuk ukuran pemandian. Sumber air terlihat muncul dari dasar kolam, airnya sangat jernih hingga dasar kolam pun terlihat jelas.
Ketika kita mandi di kolam, airnya terasa sangat dingin dan menyegarkan, karena sama sekali tidak bercampur dengan zat kimia seperti kolam renang pada umumnya. ,”Saya seminggu sekali pasti mampir kesini Pak bersama keluarga,” Kata Bu Yani, salah satu pengunjung yang berasal dari Banyubiru.
Mandi di kolam renang ala mandi di sumber air, cobalah datang dan mandi ke Pemandian Air Muncul. Kalau ke Banyubiru sempatkanlah mampir kesini.
Jumat, 13 April 2012
Orang - Orang Kita
PT TRISAT MANDIRI is a National private company, headquarter in Salatiga, Central Java - Indonesia. We are solution to provide specialize Instrumentation, Automation, Mechanical, Electrical, Information Technology and Industrial Equipment Service to support the development of industrial project in Indonesia and abroad.
We provide comprehensive range of services and support with reliable Administrative, Quality assurance system and corporate strategic advice from initial concepting, project evaluation trough it's implementation. Our goal is to support our clients to find the best solution and to accomplish their project efficiently and efectivity.
Our concern are in maintenance of mechanical and electrical equipment, we are supplying that materials also. Our target is safe for long live in business. Our job is highly technical. We will be running a business give more customer satisfaction.
This would accomplished by expert team under guidance of experienced managers and also support by technical cooperation by internationally qualified engineering company. With our Company’s strong ?nancial foundation, we are able to furnish our solutions to various sizes projects, and across a wide range of industries.
We have various range of human resources and specific skilled labour to meet our clients need. We can act as independent contractor or join partner as well continue. Please give us call and we will show you what we can do for you.
IFM
ifm electronic gmbh – Automation made in Germany
Quality, innovation, exceptional service and more than 40 years close to the user: ifm electronic is the right choice in terms of automation. From position and process sensors, object recognition, diagnostic and identification systems up to networking and control systems – the ifm product portfolio is tailored to your specific needs. Because we know your requirements.
If you chose ifm automation technology your installation will be
safe
reliable
efficient
of high quality
and one step ahead of the future.
Explore the world of automation – ifm close to you!
Yaskawa Electric Corporation
Since 1915, Yaskawa Electric has served the world needs for motion and control products; including Servo Drives and Motors, AC Drives and Motors, Linear Motion, Robotics, Controllers, and Network Control. These websites bring Yaskawa's global products and services closer to you.
KOBOLDMessring
one of the leading international instrumentation engineering enterprises, was founded in 1980 by Dipl.-Ing. Klaus J.Kobold. His excellent engineering knowledge led to the enterprise soon establishing itself in the market place due it patentable technology, high quality products and superior service. The "KOBOLD" brand name soon became synonymous with quality and technological advance. In the following years, independent KOBOLD companies were established in numerous countries worldwide.
Kuliner Salatiga
Bakmi Djowo Semeru
Mencari kuliner malam di kota Salatiga tidaklah terlalu sulit. Selain kotanya yang cukup kecil, akses jalannya kebanyakan menggunakan jalur searah, sehingga lebih memudahkan kita untuk mencari lokasi kulinernya. Salah satu kuliner malam yang bisa kita nikmati di tengah dinginnya udara kota Salatiga yaitu Bakmi Djowo Semeru Pak Agus. Lokasinya masuk ke dalam sebuah gang kecil di Jl. Semeru, meskipun masuk ke dalam gang, tapi untuk mencari lokasinya tidak sulit. Dari Jalan Semeru sebelum perempatan lampu merah Jl. Sukowati, di sana sudah ada papan petunjuk yang mengarahkan ke Bakmi Djowo Semeru Pak Agus.
Dengan menempati sebuah bangunan yang semuanya terbuat dari kayu, Bakmi Djowo Semeru Pak Agus mulai buka jam 12 siang sampai jam 10 malam setiap hari kecuali Minggu. Pada awalnya warung ini hanya buka mulai jam 5 sore, namun mulai 2 minggu terakhir ini buka lebih awal. Sedangkan usaha ini sendiri sudah dirintis sekitar tahun 2003 oleh Pak Agus. Meskipun namanya bakmi djowo, tapi ada juga beberapa menu lain yang tersedia. Misalnya saja nasi goreng/ godhog, magelangan goreng/ godhog, cap jay, tongseng dan juga ayam goreng.
Soto Ayam Esto
Hari ke-3 perjalanan wisata kuliner Jawa Tengah, tim wisatakuliner.com berada di Kota Salatiga yang udaranya agak dingin meskipun di siang hari. Setelah menikmati beberapa kuliner sebelumnya, untuk selanjutnya kami berencana untuk menikmati Soto Ayam Esto. Sekitar jam 1 kurang beberapa menit kami sudah sampai di Jl. Langensuko, Salatiga yang merupakan lokasi dari rumah makan Soto Ayam Kampung ESTO. Untuk mencari lokasinya cukup mudah, karena lokasinya berada di belakang Grand Wahid Hotel, Salatiga. Rumah makan ini tidak terlalu besar dan sederhana, tidak ada lahan parkir yang cukup luas, sehingga kendaraan roda empat terparkir di tepi jalan yang tidak terlalu lebar.
Setelah memarkir kendaraan, kami pun berjalan menuju lokasinya, disana hanya terlihat sebuah mobil merah yang terparkir di tepi jalan. Suasananya juga tidak terlalu ramai, tempat untuk meracik soto ada di depan, samping pintu masuk. Sebuah meja dan tempat pemanasan kuah di dalam kuali lengkap dengan pembakarannya yang masih menggunakan arang. Hampir tidak ada kesibukan di tempat ini, semuanya terlihat rapi, bersih dan sedikit makanan yang tersisa. Setelah bertanya pada salah satu karyawannya, ternyata sotonya sudah habis dan mau tutup. Ada sebersit rasa kecewa yang menghampiri, namun setelah berbicara dengan Bu Misyanto sebagai pemiliknya, akhirnya kami masih bisa menikmati soto ayam esto meskipun hanya tinggal satu porsi. Berdasarkan informasi yang kami terima, usaha ini sudah dirintis sekitar tahun 1953 dengan menempati sebuah warung kecil yang sederhana di depan Garasi ESTO. Namun sekitar 1 tahun yang lalu pindah ke Jl. Langensuko No. 4 hingga sekarang, sehingga soto ini dikenal dengan nama soto ayam ESTO.
Dalam waktu singkat seporsi soto sudah tersaji di atas meja. Semangkuk soto terdiri dari nasi putih yang ditambahi taoge di atasnya, irisan daun seledri dan suwiran daging ayam kampung. Kuah santannya yang ringan berwarna putih agak kekuningan dengan taburan bawang goreng di atasnya. Rasa bumbunya ringan, segar, gurih, aroma kuah santannya khas dan daging ayamnya juga empuk. Biasanya soto ini disajikan dengan taburan remahan kerupuk karak yang renyah dan gurih. Selain itu, juga ada sate telur puyuh, sate kerang, sate usus, bakwan jagung, dan tempe goreng yang di atasnya terdapat beberapa ekor udang.
Seperti yang Saya tulis sebelumnya, rasanya sedikit kecewa karena kami datang terlalu siang, jadi belum bisa menikmati berbagai side dish yang biasanya disajikan. Mungkin lain waktu kalau kami singgah lagi ke Selatiga, pasti kami akan datang lebih pagi lagi. Biasanya rumah makan ini sudah buka dari jam 6 pagi sampai jam 1 siang. Tapi saran Saya, sebaiknya datang sebelum jam 12 siang, agar tidak kehabisan seperti yang kami alami sekarang.
Ronde Jago
Sampai siang ini, Saya bersama tim wisatakuliner.com masih berada di Kota Salatiga. Selain untuk berburu kulinernya, kami sangat penasaran dengan Ronde Jago Salatiga yang ada di Jl. Jenderal Sudirman No. 9 (Pasar Raya 2). Pada malam sebelumnya, kami sudah datang ke lokasi tapi menurut salah seorang yang masih ada di daerah itu, wedang ronde yang kami maksud baru saja tutup beberapa menit yang lalu. Dan akhirnya kami memutuskan untuk kembali lagi besok pada siang hari supaya tidak kecewa lagi, karena ronde ini sudah buka dari jam 2 siang.
Hari itu, kami sudah ada di Jalan Jenderal Sudirman sejak jam 1 siang untuk menikmati sate suruh terlebih dahulu. Kemudian jam 2 lebih 15 menit salah satu tim pergi ke Ronde Jago yang tepat berada di belakang sate suruh. Ternyata setelah beberapa menit dia kembali dengan muka yang agak kecewa, wedang rondenya belum buka. Setelah dilihat-lihat, ternyata ada juga yang bernasib sama seperti kami, menunggu ronde jago membuka warungnya. Merasa sudah agak bosan, Saya pun pergi ke dalam pasar loak yang ada di dalam untuk melihat-lihat. Setelah beberapa menit, Saya kembali bergabung bersama tim. Dan akhirnya setelah beberapa menit berlalu, ternyata warung yang kami tunggu-tunggu dari tadi mulai melayani pengunjungnya.
Untuk aksesnya sendiri cukup mudah, dari Polsek Pasar Raya 2 masuk saja ke dalam gang kecil yang berada di antara Polsek dan Sate Sapi Suruh. Dari situ sudah ada petunjuk yang menunjukkan lokasinya, meskipun tidak ada papan petunjuknya kita juga tidak akan tersesat. Karena tempatnya hanya berjarak beberapa meter saja dari gang itu. Setelah masuk gang, belok kanan dan ronde jago tepat berada di sebelah kiri dengan neon box yang cukup jelas. Bangunannya terlihat sudah cukup tua, suasananya cukup tenang dan hening. Meski baru dibuka, tapi di dalam sudah terlihat beberapa orang yang sedang menikmati ronde dan sebagian sedang menunggu pesanan. Ada cukup banyak kalender yang dipajang sepanjang putaran dindingnya yang putih khas warung makan kuno. Ruangan yang tidak terlalu besar itu di-set dengan tatanan meja di setiap arah dengan penjualnya berada di tengah-tengah.
Sambil menunggu giliran, kita bisa menikmati beberapa camilan yang sudah tersedia di atas meja, ada gorengan, tape ketan hijau, bipang, atau beberapa jenis camilan di dalam toples-toples tua yang berjajar rapi di atas meja. Setelah mendapat giliran, masing-masing dari kami memesan wedang ronde sekoteng dan wedang campur (ronde+kacang). Dengan cekatan dan terampil, beberapa mug kecil ditangkupkan ke dalam genggaman. Kemudian diisi dengan bahan-bahan wedang, seperti agar-agar, kolang-kaling, pacar cina/ sagu mutiara, kacang, ronde, irisan kulit jeruk (kering), irisan manisan tangkeh kering(dari buah bligo). Kemudian dimasukkan ke dalam mangkuk kecil yang sudah disiapkan sebelumnya, dan terakhir dituangi dengan kuah dan taburan rumput laut kering. Wedang ronde campur pesanan Saya pun siap dinikmati, kacangnya lembut, rondenya empuk dan tidak kenyal seperti umumnya. Jahenya terasa banget, ada rasa kres kres dari irisan jeruk dan manisan tangkeh kering. Belum habis menikmati wedangnya, tapi tubuh sudah mulai terasa hangat karena bahan-bahan yang terkandung dalam wedang ronde.
Setelah melihat karyawannya tidak terlalu sibuk lagi, Saya pun mencuri waktunya untuk ngobrol sebentar. Sebenarnya Saya ingin bertemu langsung dengan Ibu Ivon atau Pak Joni sebagai pemiliknya, tapi sayang mereka tidak ada ditempat. Dari obrolan kami yang cukup singkat itu, ternyata usaha ini sudah dirintis sekitar tahun 1964. Karena kondisi bangsa Indonesia yang pada saat itu masih kurang stabil, untuk beberapa waktu usaha ini dihentikan. Kemudian baru dibuka kembali sekitar tahun 1968 hingga sekarang ini. Selain wedang ronde, ada juga batagor Bandung dan juga mie kopyok yang bisa kita nikmati dari jam 2 siang sampai jam 9 malam setiap hari.
Sate Sapi Suruh
Sate ayam dan sate kambing mungkin sering sering kita jumpai dan bisa didapatkan dengan mudah, tapi bagaimana dengan sate sapi? Mungkin jarang dan sedikit sulit untuk mendapatkannya. Untuk kali ini, Saya bersama tim wisatakuliner.com singgah ke Sate Suruh di Kota Salatiga. Sebenarnya nama warung ini adalah Sate Sapi Suruh dan Bakso, tapi kebanyakan orang menyebutnya dengan nama Sate Suruh. Kami sampai dilokasi pada jam satu siang, karena kami juga berencana untuk mampir ke wedang ronde yang baru buka mulai jam 2 dan tempatnya tepat berada di belakangnya. Untuk lokasinya sendiri, Sate Sapi Suruh berada di Jl. Jenderal Sudirman (Setelah Hotel Quaility) tepat di sebelah kanan Polsek Pasar Raya 2 (kalau kita menghadap ke arah polsek). Warungnya cukup besar dan ramai, tapi kami bisa mendapatkan tempat duduk cukup mudah.
Kepulan asap yang sesekali lewat membawa aroma sate yang menggoda, membuat perut semakin lapar. Sambil menunggu pesanan disajikan, sekarang waktunya untuk mencari sang pemilik. Tapi sayang, waktu itu Bu Ngatmiati sedang tidak ada dilokasi, tapi untungnya ada Pak Harkin (suami dari Ibu Ngatmiati). Sambil terus memotong ketupat, Pak Harkin mulai menceritakan sedikit kisah tentang usaha sate sapi suruh ini. Pada awalnya sate sapi ini dirintis sekitar tahun 1962, kemudian pada tahun 1987-an usaha ini dilanjutkan oleh Ibu Ngatmiati bersama suami dan anaknya. Sedangkan kata suruh merupakan nama sebuah daerah dimana usaha sate sapi ini dimulai, sehingga dikenal dengan nama sate suruh atau sate sapi suruh hingga sekarang.
Selesai berbincang dengan Pak Harkin, ternyata seporsi sate plus ketupat sudah tersaji di atas meja lengkap dengan minumannya. Potongan ketupat ditata di atas piring yang beralaskan daun pisang, 10 tusuk sate sudah diletakkan di atasnya beserta bumbu kacangnya. Saat gigitan pertama, hemm …. dagingnya empuk dan tidak alot meski ukurannya cukup besar, bau sapinya juga tidak tercium sama sekali. Setelah gigitan berikutnya, saya langsung terdiam sejenak, ternyata dapat gajih (lemak ) yang juga tidak alot. Setiap satu tusuk sate terdiri dari tiga potong, 2 daging sapi dan sepotong lemak yang diselipkan di tengahnya. Kalau untuk bumbu kacangnya masih agak kasar dan ada sedikit rasa manis yang khas masakan Jawa Tengahan. Kalau kurang suka dengan taste makanan yang manis bisa menambahkan sambal. Yang menambah santap siang ini menjadi lebih istimewa, ketupatnya benar-benar halus dan lembut.
Selain menyajikan sate sapi, juga ada menu sate ayam, bakso, mie ayam dan mie ayam bakso. Sedangkan untuk minumannya, ada beras kencur, berbagai macam jus (alpukat, apel, strawberry, mangga, wortel, jambu) dan minuman khas warung makan pada umumnya. Untuk dapat menikmati sate sapi suruh, kita cukup mengeluarkan kocek kurang dari 18ribu rupiah. Kita bisa singgah ke warung ini setiap hari mulai dari jam setengah 10 siang sampai jam setengah 10 malam. Hingga kini, sate sapi suruh memiliki cabang yang berada di Jl. Solo Km 6, Jogjakarta.
Indahnya Kotaku
Kota Salatiga, adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Tengah. Kota ini berbatasan sepenuhnya dengan Kabupaten Semarang. Salatiga terletak 49 km sebelah selatan Kota Semarang atau 52 km sebelah utara Kota Surakarta, dan berada di jalan negara yang menghubungan Semarang-Surakarta. Salatiga terdiri atas 4 kecamatan, yakni Argomulyo, Tingkir, Sidomukti, dan Sidorejo. Kota ini berada di lereng timur Gunung Merbabu, sehingga membuat kota ini berudara cukup sejuk.
Ada beberapa sumber yang dijadikan dasar untuk mengungkap asal-usul Salatiga, yaitu yang berasal dari cerita rakyat, prasasti maupun penelitian dan kajian yang cukup detail. Dari beberapa sumber tersebut Prasasti Plumpungan-lah yang dijadikan dasar asal-usul Kota Salatiga. Berdasarkan prasasti ini Hari Jadi Kota Salatiga dibakukan, yakni tanggal 24 Juli 750 yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Tingkat II Kota Salatiga Nomor 15 Tahun 1995 tentang Hari Jadi Kota Salatiga.
Prasasti Plumpungan, cikal bakal lahirnya Salatiga, tertulis dalam batu besar berjenis andesit berukuran panjang 170cm, lebar 160cm dengan garis lingkar 5 meter yang selanjutnya disebut Prasasti Plumpungan.
Berdasar prasasti di Dukuh Plumpungan, Desa Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, maka Salatiga sudah ada sejak tahun 750 Masehi, pada waktu itu Salatiga merupakan perdikan.
Perdikan artinya suatu daerah dalam wilayah kerajaan tertentu. Daerah ini dibebaskan dari segala kewajiban pajak atau upeti karena daerah tersebut memiliki kekhususan tertentu, daerah tersebut harus digunakan sesuai dengan kekhususan yang dimiliki. Wilayah perdikan diberikan oleh Raja Bhanu meliputi Salatiga dan sekitarnya.
Menurut sejarahnya, di dalam Prasasti Plumpungan berisi ketetapan hukum, yaitu suatu ketetapan status tanah perdikan atau swantantra bagi Desa Hampra. Pada zamannya, penetapan ketentuan Prasasti Plumpungan ini merupakan peristiwa yang sangat penting, khususnya bagi masyarakat di daerah Hampra. Penetapan prasasti merupakan titik tolak berdirinya daerah Hampra secara resmi sebagai daerah perdikan atau swantantra. Desa Hampra tempat prasasti itu berada, kini masuk wilayah administrasi Kota Salatiga. Dengan demikian daerah Hampra yang diberi status sebagai daerah perdikan yang bebas pajak pada zaman pembuatan prasasti itu adalah daerah Salatiga sekarang ini.
Konon, para pakar telah memastikan bahwa penulisan Prasasti Plumpungan dilakukan oleh seorang citralekha (penulis) disertai para pendeta (resi). Raja Bhanu yang disebut-sebut dalam prasasti tersebut adalah seorang raja besar pada zamannya yang banyak memperhatikan nasib rakyatnya.
Isi Prasasti Plumpungan ditulis dalam Bahasa Jawa Kuno dan bahasa Sanskerta. Tulisannya ditatah dalam petak persegi empat bergaris ganda yang menjorok ke dalam dan keluar pada setiap sudutnya.
Dengan demikian, pemberian tanah perdikan merupakan peristiwa yang sangat istimewa dan langka, karena hanya diberikan kepada desa-desa yang benar-benar berjasa kepada raja. Untuk mengabadikan peristiwa itu maka raja menulis dalam Prasasti Plumpungan Srir Astu Swasti Prajabhyah, yang artinya: "Semoga Bahagia, Selamatlah Rakyat Sekalian". Ditulis pada hari Jumat, tanggal 24 Juli tahun 750 Masehi.
Salatiga pada masa kolonial tercatat sebagai tempat ditandatanganinya perjanjian antara Pangeran Sambernyawa atau Raden Mas Said (kelak menjadi KGPAA Mangkunegara I) di satu pihak dan Kasunanan Surakarta dan VOC di pihak lain. Perjanjian ini menjadi dasar hukum berdirinya Kadipaten Mangkunegaran.
Pada zaman penjajahan Belanda telah cukup jelas batas dan status Kota Salatiga, berdasarkan Staatsblad 1917 No. 266 Mulai 1 Juli 1917 didirikan Stadsgemeente Salatiga yang daerahnya terdiri dari 8 desa.
Karena dukungan faktor geografis, udara sejuk dan letak yang sangat strategis, maka Salatiga cukup dikenal keindahannya di masa penjajahan Belanda, bahkan sempat memperoleh julukan "Kota Salatiga yang Terindah di Jawa Tengah".
Kotamadya Daerah Tingkat II Salatiga adalah bekas stadsgemeente yang dibentuk berdasarkan Staatsblad 1929 No. 393 yang kemudian dicabut dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kecil Dalam Lingkungan Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Salatiga terletak di ketinggian 750-850 mdpl, dan terletak di lereng timur Gunung Merbabu yang membuat daerah Salatiga menjadi lebih sejuk. Pemandangan Gunung Ungaran, Gunung Telomoyo, dan Gunung Merbabu yang indah membuat Salatiga menjadi daerah yang indah dan spektakuler. Seluruh Wilayah Salatiga dibatasi oleh Kabupaten Semarang, antara lain di bagian utara berbatasan dengan Kecamatan Tuntang dan Kecamatan Pabelan, di bagian selatan berbatasan dengan Kecamatan Tengaran, di bagian barat berbatasan dengan Kecamatan Tuntang dan Kecamatan Getasan, di bagian timur berbatasan dengan Kecamatan Tengaran dan Kecamatan Pabelan.
Di kota ini terdapat Universitas Kristen Satya Wacana, salah satu universitas swasta ternama di Indonesia, yang pernah terkenal di tahun 80-an karena kekritisan para mahasiswa dan dosennya terhadap Pemerintah Orde Baru. Selain itu terdapat pula STAIN Salatiga, satu-satunya perguruan tinggi Islam di Kota Salatiga yang berdiri berkat dukungan berbagai pihak terutama para ulama dan pengurus Nahdlatul Ulama Jawa Tengah. Sekolah-sekolah menengah di Salatiga melalui Internet dihubungkan dalam Jaringan Pendidikan Salatiga. Adapun sekolah-sekolah menengah umum di Salatiga antara lain SMA Negeri 1 Salatiga, SMA Negeri 2 Salatiga, SMA Negeri 3 Salatiga, dan beberapa SMA swasta. Sedangkan untuk sekolah kejuruan ada SMK Negeri 1 Salatiga, SMK Negeri 2 Salatiga, SMK Negeri 3 Salatiga dan beberapa SMK swasta.
Di Salatiga ada 10 SMP Negeri, 1 MTs Negeri dan beberapa SMP swasta seperti SMP Islam Al Azhar 18, SMP Stella Matutina, SMP Kristen 1, SMP Kristen 2, dan SMP Laboratorium Satya Wacana. Adapun beberapa SD Negeri yang tersebar di banyak daerah dan juga swasta yang banyak terpusat diperkotaan.
Sebagai Kota Pendidikan, Salatiga juga memiliki Perpustakaan Umum Kota Salatiga sebagai wahana pembelajaran sepanjang hayat yang menyediaan sumber informasi dan pengetahuan bagi setiap orang, khususnya bagi warga Salatiga.[2]
Langganan:
Postingan (Atom)










